Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillah, kali ini saya mau review tentang peninggi shockbreaker belakang dan peninggi shockbreaker depan (fork extender) 

Tujuannya adalah agar riding position lebih tinggi karena buat saya dengan tinggi 175cm, Kawasaki ER6N ini agak terlalu ceper dan klo saya bawa agak jauh berasa juga pegalnya. 

Bermula dari blogwalking dari blognya om andaru tentang peninggi shockbreaker belakang ER6n dan blog om lexyleksono tentang peninggi shockbreaker depan Vulcan.  Akhirnya saya mulai hunting part partnya.  Untuk peninggi shock belakang saya beli sama mas aji owner Ninja 650 di jogja dan untuk fork extender depan bisa pakai punya Yamaha Byson karena kebetulan diameter nya sama dengan ER6N yaitu 41mm.

Peninggi Shockbreaker Belakang

Peninggi shock belakang

Posisi terpasang

Peninggi shock belakang terpasang

Peninggi Shockbreaker Depan / Fork Extender

Untuk peninggi shock depan / fork extender saya pakai ukuran 6cm dan bahannya duralium. 

Fork extender 6cm

Fork extender terpasang

Peninggi shock belakang dan depan terpasang

Karena posisi shock depan jd agak tinggi dan cover shock jadi ikut terangkat sehingga jadi kelihatan as shock nya maka saya pasang semacam kondom karet trail untuk menutupi as shocknya. 

Berikut plus minus setelah pemasangan. 

Plus :

  • Riding Position lebih nyaman dan relax
  • Kalau lewat polisi tidur yang tinggi gak was was undercowl mentok karena ground clearance lebih tinggi

Minus :

  • Handling jadi agak aneh pertama kali tp lama lama jadi terbiasa
  • Agak kagok untuk cornering dengan teknik knee down

Sekian review dari saya semoga bermanfaat. 

Terima Kasih, 

Dymas Arya Hutama

Advertisements

IMG_20160505_164848

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillah, This time i want to share my experience on using  Honda CB400 Superfour “The Legend” for almost 1 year. Actually, this bike has been sold 1 year ago but her memory always cross through my mind so I decide to write about her 🙂

Yes, This bike has a wonderful typical 4 Cylinders Sound which I can’t forget 🙂 and also she  can be modified easily into many modification concept. I use 1997 Production Year Honda CB400 Superfour with 53 HP@11000 rpm power and 36 Nm@10000 rpm torque. Like other most 4 cylinders bike, peak power was gained at high RPM. Detailed specs can be seen at https://en.wikipedia.org/wiki/Honda_CB400SF

Welcome Home – Hunting

After long discussion with my wife, I decided on having 400cc 4 Cylinders bike. The Choice was between Honda CB400 Superfour and Suzuki GSF 400 “Bandit” because i prefer Non-Fairing bike. Finally, Honda CB400 was choosen because she fits my character. Easy to ride on low RPM, comfortable turning radius, and powerful power on High RPM (Suzuki Bandit also has a powerful power on high RPM)

Read the rest of this entry »

IMG_20160505_164848

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillah, kali ini saya pengen sharing aja pengalaman 1 tahun pakai Honda CB400 Superfour yang legend itu :). Sebenernya ini motor sudah saya jual tahun lalu tapi kepikiran aja pengen nulis karena kangen. Dan juga sepertinya agak panjang ceritanya hehe.

Yes, motor legend 4 silinder Honda ini emang ngangenin dr segi suara khasnya, dan juga bentuk nya yg “easy to modify” ke aliran modif apapun. Motor yang saya pakai ini keluaran tahun 1997 dengan power 53 HP@11000 rpm dan Torsi 36 Nm@10000 rpm. Ciri khas motor 4 silinder peak power ada di RPM atas. Spek lengkapnya bisa cek di https://en.wikipedia.org/wiki/Honda_CB400SF

Welcome Home – Hunting

Diskusi sama istri, saya putuskan mau ambil motor 4 silinder 400cc, pilihan ada 2 yaitu Suzuki Bandit 400 dan Honda CB400 karena saya suka model yang non fairing. Akhirnya pilihan jatuh ke CB400 karena saat test ride cocok sama karakter saya, di bawa pelan enak, radius putar stang lebih jauh, putaran atas sama2 galak antara bandit dan cb400.

Read the rest of this entry »

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Bismillah, kali ini saya mau nulis tentang komparasi iseng-isengan motor sport 250cc yang beredar di Indonesia. Daftar motor yang saya compare sebagai berikut :

  1. Honda CBR250RR
  2. Honda CRF250R
  3. Yamaha YZF-R25
  4. Yamaha MT-25
  5. Kawasaki Ninja 250
  6. Kawasaki Ninja 250 Mono
  7. Kawasaki Z250
  8. Kawasaki Z250SL
  9. Kawasaki Versys-X 250
  10. Kawasaki D-Tracker 250
  11. Suzuki Inazuma R
  12. KTM RC 250
  13. KTM Duke 250
  14. Benelli TNT-250

Parameter yang saya gunakan hanya harga dan power, lalu untuk spek power dan torsi saya ambil dari claim masing-masing pabrikan dan untuk harga saya ambil dari tipe termurah. Hasil Komparasinya sebagai berikut

Read the rest of this entry »

IMG_20170902_125313

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillah, update kali ini di mulai dari rasa penasaran saya sama power dari Kawasaki ER6N yang saya beli 2nd dari teman. Saya kasih nama ER6N ini si Hulk 🙂 karena tampilannya yang keker dan warnanya ijo hehehe..

Saat pertama motor ini dateng, sudah di lengkapi dengan knalpot custom lokal dan Airfilter aftermarket merk BMC. Power dan torsi yang saya rasakan cukup ngejambak juga ini 650cc 2 silindernya, sebelumnya saya pakai Honda CB400 ga merasakan jambakan torsi kayak ER6N ini. Cuma kekurangannya karena design silencer knalpot custom ini agak pendek dan belum pasang fuel controller (Piggyback) maka saat deselerasi suara nembaknya cukup mengganggu dan juga suara knalpotnya agak pecah dan cempreng.

Googling2 di Internet cari knalpot kualitas lumayan yang murmer, nemu di FB page Avionic Exhaust, buatan lokal tapi material yang dipakai lumayan pakai Stainless Steel 304 japan dan end cap carbon. Design mirip Akrapovic dan silencer agak panjang biar suara lebih bulet dan agak meredam suara nembaknya. Setelah di pasang impresi yang dirasa suara knalpot lebih ngebass gahar (cocok sesuai selera), suara nembak berkurang drastis walau masih ada, dan torsi di RPM bawah tidak segalak knalpot custom sebelumnya yang silencernya lebih pendek.

IMG_20170820_145657_HDR

Knalpot Avionic Exhaust Full System

Hari Sabtu, 2 September 2017 habis dzuhur langsung saya bawa si Hulk ke Motoprime Racing Alam Sutera Tangerang untuk dynotest mengunnakan mesin Dynojet 250i. Biaya dyno test untuk ER6N disini 150rb untuk kurang lebih 4-5 kali run sampai dapat power terbaik. Air Fuel Ratio (AFR) juga bisa terukur untuk mengetahui bensin terlalu rich atau lean.

Read the rest of this entry »

IMG-20170413-WA0011

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bismillah, setelah bertahun tahun gak nulis disini akhirnya saya sempatkan lagi. Kali ini ingin berbagi cerita perjalanan touring kami atas seizin Allah SWT dari Tangerang ke Lombok (NTB), semoga bisa menjadi referensi bagi yang ingin tahu dari segi timeline maupun biaya berdasarkan pengalaman kami.

Alhamdulillah perjalanan kami lancar dan zero “Accident” dari mulai berangkat sampai kembali lagi kerumah.

Planning touring Tangerang – Lombok ini sudah kami plan setahun sebelumnya supaya bisa mempersiapkan segala sesuatunya agar lebih matang dan juga supaya bisa booking hotel dan pesawat jauh-jauh hari.

Peserta touring kali ini hanya 4 orang dan 4 motor agar timeline perjalanan tetap terjaga dengan baik. Adapun ridernya adalah teman-teman saya dari HSFCI ( Honda Street Fire Club Indonesia ) – Tangerang.

  1. Rendy TGR-004 (Yamaha Nmax)
  2. Waskita Adhi TGR-007 (Honda CB150R)
  3. Dymas (me) TGR-015 (Suzuki Burgman)
  4. Fatur TGR-064 (Yamaha Nmax)

Planning Timeline dan Rute perjalanan kami dari Tangerang – Lombok – Surabaya secara garis besar dapat dilihat di table berikut ini

Tangerang – Lombok 11-17 Apr 2017
Date Day Route
11-12 Apr 2017 Selasa-Rabu Tangerang – Surabaya via Pantura, Indramayu, Semarang, Tuban, Surabaya  (812 km)
13 Apr 2017 Kamis Surabaya – Kuta Bali via Probolinggo,  Banyuwangi, Gilimanuk, Tabanan, Kuta (430 km) exc. Kapal Ferry
14 Apr 2017 Jumat Kuta – Senggigi Lombok via Pelabuhan Padang Bai, Mataram (88 km) exc. Kapal Ferry
15 Apr 2017 Sabtu Senggigi Lombok – Gili Trawangan Lombok (60 km)
16 Apr 2017 Minggu Senggigi Lombok – Surabaya via Mataram, Denpasar, Gilimanuk, Probolinggo, Surabaya (475 km) exc. Kapal Ferry
17 Apr 2017 Senin Surabaya – Tangerang via udara, motor via Kereta Api
TOTAL 1865 Km

 

Sedangkan untuk Budget Planning secara umum diluar keperluan pribadi (oleh-oleh, cemilan dll) dapat dilihat di table berikut

Tangerang – Lombok Budget Plan 11-17 April 2017
Route Berangkat  : Tangerang – Semarang – Surabaya – Banyuwangi – Bali – Lombok – Senggigi – Gili Terawangan
Route Pulang : Lombok – Bali – Surabaya (motor di paketin via kereta, orang via pesawat)
No Deskripsi  Budget (IDR)
1 Bensin Pertamax Tangerang – Lombok – Surabaya 1865 km                  500,000
2 Nyebrang Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk PP 2x @22rb                    44,000
3 Nyebrang Pelabuhan Padang Bai – Lembar PP 2x @112rb                  224,000
4 Kirim Motor Surabaya – Jakarta                  500,000
5 Pesawat Citilink Surabaya – Jakarta 17 April 2017                  476,000
6 Bumi Aditya Pantai Senggigi Lombok 2 malam share bagi 2                  160,825
7 Hotel Providence Homestay Surabaya 2 malam share ber2                  111,150
8 Samudra Boutique Bali share ber 2                    69,745
9 Makan 3x dikali 5 hari @20rb                  300,000
10 Taxi Ke Bandara Juanda Surabaya 150rb share ber 4                    37,500
11 Taxi Dari Bandara Soekarno Hatta Tangerang 200rb share ber 4                    50,000
TOTAL    2,473,220

 

Day 1 – 2 (11-12 April 2017) Tangerang – Surabaya 812 KM

Hari keberangkatan kami sepakat tikum di SPBU Daerah cibitung bekasi pukul 23.00 WIB. Sehabis pulang kerja saya istirahat sebentar trus berangkat dari rumah pukul 21.00 WIB, kebetulan lalu lintas padat dan hujan akhirnya sampe tempat tikum 23.00 kurang dikit blm ada yg dateng :)) .

Read the rest of this entry »

Salam Biker,

udah lama nih ga nongol, sekarang udah ada mainan baru nih.. CB150R, pengen nyobain mesin DOHC 6 Speed Injeksi :D. Nih motor ane namain Chibi-Chibi biar unyu unyu gituh..

Inden ga buth waktu lama cuma 1 mingu aja. Motor dateng 29 Des 2012 sblm tahun baru. On the Road 22.350 jt

Trus dikemanain nih si Meggy primus, setelah di diskusikan matang2 dengan istri akhirnya diputuskan Meggy NOT FOR SALE!! 😀

Alasannya karna tuh motor banyak menyimpan memory selama pacaran dulu..hahaha

Chibi bareng Meggy…

Pengalaman bawa motor ini.. khas DOHC banget lah, tenaga di putaran atasnya gila..

Si chibi chibi udh ane tes rolling Jakarta – Ciwidey PP sejauh 400km, hasilnya jauh beda sm si meggy tenaganya :D…

Skrg si chibi udh jalan 1000 km, waktunya servis pertama+ganti oli nih..

Oiya untuk modif, baru ganti koil TCI ultraspeed doang, hasilnya maknyus lumayan naik 0.5 DK (artikel selanjutnya ya)

Segitu aja deh ceritanya

Salam Brotherhood

Dymas