Hasil Dyno Test Kawasaki ER6N Knalpot Lokal Avionic Exhaust

Posted: September 5, 2017 in Kawasaki ER6N, Motor
Tags: , , , , , , , , ,

IMG_20170902_125313

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillah, update kali ini di mulai dari rasa penasaran saya sama power dari Kawasaki ER6N yang saya beli 2nd dari teman. Saya kasih nama ER6N ini si Hulk 🙂 karena tampilannya yang keker dan warnanya ijo hehehe..

Saat pertama motor ini dateng, sudah di lengkapi dengan knalpot custom lokal dan Airfilter aftermarket merk BMC. Power dan torsi yang saya rasakan cukup ngejambak juga ini 650cc 2 silindernya, sebelumnya saya pakai Honda CB400 ga merasakan jambakan torsi kayak ER6N ini. Cuma kekurangannya karena design silencer knalpot custom ini agak pendek dan belum pasang fuel controller (Piggyback) maka saat deselerasi suara nembaknya cukup mengganggu dan juga suara knalpotnya agak pecah dan cempreng.

Googling2 di Internet cari knalpot kualitas lumayan yang murmer, nemu di FB page Avionic Exhaust, buatan lokal tapi material yang dipakai lumayan pakai Stainless Steel 304 japan dan end cap carbon. Design mirip Akrapovic dan silencer agak panjang biar suara lebih bulet dan agak meredam suara nembaknya. Setelah di pasang impresi yang dirasa suara knalpot lebih ngebass gahar (cocok sesuai selera), suara nembak berkurang drastis walau masih ada, dan torsi di RPM bawah tidak segalak knalpot custom sebelumnya yang silencernya lebih pendek.

IMG_20170820_145657_HDR

Knalpot Avionic Exhaust Full System

Hari Sabtu, 2 September 2017 habis dzuhur langsung saya bawa si Hulk ke Motoprime Racing Alam Sutera Tangerang untuk dynotest mengunnakan mesin Dynojet 250i. Biaya dyno test untuk ER6N disini 150rb untuk kurang lebih 4-5 kali run sampai dapat power terbaik. Air Fuel Ratio (AFR) juga bisa terukur untuk mengetahui bensin terlalu rich atau lean.

Spec si Hulk saat dyno sebagai berikut :

  • Engine Standar
  • Knalpot Avionic Exhaust Full System
  • BMC Air Filter
  • Rear Wheel (velg 6 inch dan ban 180/55) –> berpotensi mengurangi power

Hasilnya sebagai berikut (On Rear Wheel) :

IMG-20170902-WA0010

Peak Power : 60.41 HP @8940 RPM

Peak Torque : 55.38 Nm @7020 RPM

Power dan torsi yang di claim oleh pabrikan untuk ER6N adalah 71 BHP @8500 RPM (on crank) dan 64 Nm @7000 RPM (om crank) .  Yang artinya ada perbedaan power 15% dan torsi 13% dengan hasil dyno ini. Hasil dyno bisa berbeda tergantung mesin dyno yang digunakan serta suhu dan cuaca saat pengetesan.

Untuk AFR (Air Fuel Ratio) terbaca saat RPM low s/d middle (0-6000 RPM) agak lean di angka > 14 yang artinya kekurangan bahan bakar,  sedangkan diatas di RPM middle-high sudah lumayan rich di angka 12 sehingga mencegah suhu panas berlebih pada ruang bakar. Ideal AFR adalah 14.7, tapi untuk mendapatkan power yang ideal kadang butuh AFR yang lebih rich.

Next Plan sepertinya butuh fuel controller (Piggyback) dan koil Aftermarket biar pembakaran makin sempurna.

Untuk video saat dyno test bisa di lihat dibawah.

Terimakasih semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a comment / komennya dong gan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s